sistem robotik

robotic telescope

Sejarah awal dari pembangunan projek RT . Dalam blog ini saya mereview projek RT yang telah di handover dan digunakan sepenuhnya, yaitu projek RT yang berada di Langkawi, Malaysia yang dimiliki dan dijalankan oleh ANGKASA.

Sistem robotik teleskop ini cukup simple instalasi dan cara penggunaannya. Tetapi RT ini adalah projek yang cukup mahal, karena harga 20RC Carbon Truss Ritchey-Chrétien (teleskop utama) saja telah mencecah ratusan juta, ditambah lagi dengan Takahashi FCL-90 Guidingscope, dan yang termahal tentunya Robotic Mounting (Paramount-ME Robotic Mount dibuat oleh s bisque) yang merupakan inti dari projek RT ini.

Figur 1. Gambar struktur dari 20RC Carbon Truss (RCOS)
Figur 2. Takahashi Sky-90 (Takahashi) Figur 3. Paramount ME Robotic Mount

Sesuai dengan nama projeknya, tentunya sistem ini dikendalikan robot. Tetapi sebenarnya ia bukanlah robot dalam pengertian yang teramat canggih. Pengertian Robotic Telescope (RT) disini adalah suatu sistem yang dimana teleskopnya dapat beroperasi tanpa pantauan langsung. Hal-hal minimum yang diperlukan untuk menjalankan sistem robotik ini adalah:

  • Ruang penutup otomatis (membuka/menutup) yang dapat berupa kubah (dome) atau atap datar (flat roof)
  • Sebuah teleskop dengan robotic mounting nya
  • Komputer yang tentunya harus terhubung Internet
  • Sensor cuaca (untuk menghindari hujan, sehingga kubah dapat menutup secara otomatis)
  • Software untuk mengendalikan teleskop secara remote

Secara ringkasnya, sistem RT ini dipasang dalam suatu ruangan yang beratapkan kubah (dome), didalam ruangan itu terdiri dari teleskop lengkap dengan robotic mountingya, 3 PC desktop, 1 server, video server, weather station, inside dome camera, guider scope camera, control box yang berisi peralatan elektronik yang mengatur kesemua sistem, dan diluar kubah terdapat all sky camera, outside dome camera, cloud sensor.

Kesemua peralatan itu dikontrol melalui mekanisme elektronik yang terhubung dengan Internet, sehingga bisa dikatakan semuanya serba otomatis. Seperti Kubah yang dapat membuka dan menutup, pergerakan mounting teleskop, penyalaan lampu, dll.

Untuk dapat menggunakan sistem RT ini, user diberikan 3 pilihan yaitu: on-site mode, on-line mode (ARPC), full-internet mode. Kalau memilih on-site mode maka user harus datang ke lokasi teleskop itu sendiri, sedangkan yang kedua mode terakhir ianya dapat kita lakukan asalkan ada jaringan internet, yang membedakan hanyalah pada on-line mode (ARPC) user menggunakan software ARPC (remote control pc) untuk mendapatkan akses ke server RT, sedangkan pada full-internet mode user hanya mengakses melalui internet dan login kepada sistem yang telah dibina, untuk sepenuhnya dapat menggunakan sistem RT tersebut.

Hasil pengamatan dan pemotretan menggunakan robotik teleskop ini sangat jernih dan detail. Berikut adalah contoh yang telah disimpan.

Figur 4. Nebula ….. (*apa gitu)

Sebenarnya masih banyak yang dapat diceritakan mengenai RT ini. Baik dari segi mekanikal pemasangan kubah, ilmu astronomi, penggunaan IT infrastruktur, cara penggunaan, dll. Mungkin suatu saat nanti akan saya sambung kembali pembahasan projek ini. Sebagai penutup saya berikan cuplikan gambar teleskop yang telah sempurna dipasang pada robotic mount dan infrastuktur keseluruhan sistem tersebut.

Figur 5. Teleskop yang telah sempurna diinstall
Figur 6. Infrastruktur RT di Langkawi

Popularity: 23% [?]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: